ASJ(administrasi sistem jaringan)

 

#ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN Kelas XII

104

Gambar 4.7 Sistem operasi Windows 7

Kemudian pilih Network and Internet.

Gambar 4.8 Network and Internet

Selanjutnya, pilih Network and Sharing Center.

Gambar 4.9 Network and Sharing Center

ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN Kelas XII

105

Selanjutnya pilih menu Set Up New Connections or Network.

Gambar 4.10 Set Up New Connections or Network

setelah itu, pilih Connect to a Workplace.

Gambar 4.11 Connect to a Workplace

Pilih Use My Internet Connections.

Gambar 4.12 Use My Internet Connections


#ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN Kelas XII

106

Setelah itu, di dalam menu Internet Address, masukkan IP Server atau DNS Server setelah diisi, kemudian klik Next.

Gambar 4.13 Memasukkan IP Server

Masukkan username dan password-nya yang telah kita konfigurasi di Server lalu centang Save This user, kemudian klik Connect.

Gambar 4.14 Memasukkan username dan password

#ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN Kelas XII

107

Proses verifikasi ke VPN Server sebagai berikut.

Gambar 4.15 Proses verifikasi ke VPN Server

komputer client sudah terhubung ke komputer Server, maka pengujian VPN Debian Server telah berhasil dilakukan.

MENANYA

Masing-masing siswa membuat beberapa pertanyaan tentang implementasi VPN (Virtual Private Network) yang kurang dimengerti kemudian saling tukar dengan teman sebangku. Mintalah mereka untuk menjawabnya. Apabila mengalami kesulitan bertanyalah pada guru!

B. Sistem Kontrol Dan Monitoring

Pada dasarnya, sebuah sistem monitoring melakukan proses pengumpulan data mengenai dirinya sendiri dan melakukan analisis terhadap data-data dengan tujuan untuk memaksimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki. Meskipun terdapat berbagai alasan untuk memonitor jaringan, tetapi terdapat dua alasan utama dalam sistem kontrol dan monitoring yaitu memperkirakan perubahan untuk masa depan dan mendeteksi perubahan yang tak terduga pada jaringan. Perubahan yang tak terduga bisa meliputi router/switch yang tidak berfungsi, hacker mencoba mendapatkan akses ke jaringan, atau pun kesalahan jalur komunikasi. Pada umumnya, data yang dikumpulkan merupakan data yang real-time yang diperoleh dari sistem hard real-time maupun sistem soft real-time. Sistem yang real-time merupakan sebuah sistem dimana waktu yang diperlukan oleh sebuah komputer di dalam memberikan stimulus ke lingkungan eksternal sebagai langkah vital.Baik. Berikut tulisan ulang PERSIS sesuai gambar halaman 108–109, tanpa mengubah kata, huruf besar-kecil, tanda baca, maupun urutan teks apa pun.

#

ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN Kelas XII

108

Pengertian waktu berarti sistem real-time menjalankan suatu pekerjaan dengan bermakna pada batas waktu (deadline), sehingga suatu pekerjaan mungkin dapat terselesaikan dengan tepat atau pun belum terselesaikan sama sekali. Sistem real-time mengharuskan suatu pekerjaan harus terselesaikan dengan benar. Namun demikian, sesuatu yang buruk dapat terjadi jika komputer tidak mampu menghasilkan output secara tepat waktu. Hal seperti ini dapat terjadi pada embedded system untuk kontrol suatu benda. Sistem soft real-time tidak mengharuskan bahwa suatu pekerjaan harus terselesaikan dengan benar, misalnya pada sistem multimedia yang tidak akan memberikan pengaruh terhadap output yang dihasilkan jika dalam beberapa batasan waktu yang ditetapkan terjadi kehilangan data.

Secara garis besar tahapan dalam sebuah sistem monitoring terbagi ke dalam tiga proses besar, yaitu proses di dalam pengumpulan data monitoring, proses di dalam analisis data monitoring, dan proses di dalam menampilkan data hasil monitoring. Dengan demikian, monitoring jaringan identik dengan salah satu fungsi dari manajemen yang berguna untuk menganalisa kelayakan jaringan untuk digunakan atau perlu tambahan kapasitas. Hasil monitoring dapat membantu jika administrator ingin mendesain ulang jaringan yang telah ada. Banyak hal dalam jaringan yang bisa dimonitoring, salah satu diantaranya load traffic jaringan yang lewat pada sebuah router atau interface komputer. Monitoring dapat dilakukan dengan standar SNMP, selain load traffic jaringan, kondisi jaringan pun harus dimonitoring, misalnya status up atau down dari sebuah peralatan jaringan. Hal ini dapat dilakukan dengan utilitas ping.

Gambar 4.16 Proses dalam sistem monitoring jaringan

#ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN Kelas XII

109

1. Dasar-dasar Sistem Kontrol Monitoring Jaringan

Proses dalam analisis data dapat diwujudkan dalam pemilihan data dari sejumlah data yang telah terkumpul atau pun manipulasi data sehingga diperoleh informasi yang diharapkan. Sumber-sumber data dapat berupa network traffic, informasi mengenai hardware, dan lain-lain. Sedangkan tahap menampilkan data hasil monitoring menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan terhadap sistem yang sedang berjalan berupa tabel, gambar, kurva, atau animasi. Aksi yang terjadi di antara proses-proses yang ada di dalam sebuah sistem monitoring dapat dijumpai dalam berbentuk service sebagai proses yang terus-menerus berjalan pada interval waktu tertentu. Proses yang dijalankan dapat berupa pengumpulan data dari objek yang di-monitor atau melakukan analisis data yang telah diperoleh dan menampilkannya. Proses yang terjadi tersebut bisa memiliki interval waktu yang berbeda. Misalnya interval waktu dalam pengumpulan data dapat terjadi setiap lima hingga tujuh menit. Namun demikian, pada proses analisis terjadi tiap satu jam sekali guna menghasilkan informasi yang diharapkan membutuhkan lebih dari satu sampel data, misal untuk nilai rata-rata (average) dengan sebanyak 60 sampel data.

2. SNMP (Simple Network Management Protocol) dan MRTG (Multi Router Traffic Grapher)

Kebutuhan terhadap SNMP (Simple Network Management Protocol) pada sebuah sistem monitoring disebabkan oleh kebutuhan pemerolehan data monitoring dari sumber daya komputer lain. SNMP pada awalnya hanya dikhususkan pada manajemen jaringan TCP/IP guna melakukan manajemen informasi yang berkaitan dengan IP dan TCP seperti pengubahan dari IP address ke suatu alamat fisik, jumlah data incoming dan outgoing IP datagram, ataupun tabel informasi mengenai koneksi TCP yang mungkin terjadi. Namun selanjutnya, berkembang dengan memberikan support informasi pada berbagai protokol jaringan seperti DECNet, AppleTalk, dan NetWare IPX/SPX. Adapun dukungan SNMP bisa terjadi pada berbagai fungsi dan sebuah multiprotocol routers. Oleh sebab itu, model manajemen pada jaringan didesain agar memberikan kebebasan pada network manager untuk dapat melakukan analisis data dari suatu peralatan jaringan maupun melakukan perubahan konfigurasi dari suatu peralatan jaringan yang ada. Sedangkan MRTG (Multi Router Traffic Grapher) sebagai aplikasi yang digunakan untuk memantau beban

Baik. Berikut tulisan ulang PERSIS sesuai gambar halaman 110–111, tanpa mengubah kata, huruf besar–kecil, tanda baca, maupun urutan teks apa pun.

#


ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN Kelas XII

110

trafik pada link jaringan. MRTG akan membuat halaman HTML yang berisi gambar GIF dalam menggambarkan trafik melalui jaringan secara harian, mingguan, bulanan, bahkan hingga tahunan. MRTG tersedia untuk sistem operasi UNIX dan Windows NT.

MRTG Index Page

Gambar 4.17 MRTG (Multi Router Traffic Grapher)

http://mebiso.com/wp-content/uploads/2012/11/MRTG.png

SNMP identik dengan sebuah protokol yang dirancang untuk memberikan kemampuan kepada pengguna untuk memantau dan mengatur jaringan komputernya secara sistematis dari jarak jauh atau dalam satu pusat kontrol saja. Pengolahan ini dijalankan dengan mengumpulkan data dan melakukan penetapan terhadap variabel-variabel dalam elemen jaringan yang dikelola. Dengan menggunakan protokol bisa mendapatkan informasi tentang status dan keadaan dari suatu jaringan. Dalam network manajemen, SNMP digunakan untuk mengumpulkan informasi, dan mengkonfigurasi peralatan jaringan seperti server, printer, hub, switch, dan router pada jaringan berbasis Internet Protocol (IP). Protokol SNMP dirancang untuk memberikan metode sederhana untuk manage jaringan TCP/IP secara terpusat. SNMP tersendiri dari sekumpulan standard manajemen jaringan, termasuk di dalamnya definisi aplikasi dilapisan aplikasi, skema database dan sekumpulan objek data.

Saat ingin memanage peralatan dari komputer pusat, protokol SNMP akan memfasilitasi transfer data dari sisi client sampai sisi server di mana data secara terpusat dicatat, dilihat dan dianalisa. Tujuan utama dari protokol SNMP hanya pada satu tujuan saja, dan masih digunakan hingga hari ini, yaitu, melakukan remote manajemen dari peralatan. SNMP banyak digunakan untuk manage peralatan di jaringan komputer.

#ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN Kelas XII

111

Protokol jenis ini menggunakan transport UDP pada port 161. Selain itu, protokol UDP sering direkomendasikan sebagai protokol transport untuk SNMP karena UDP sangat mudah diimplementasikan dan dijalankan tidak seperti TCP yang cukup rumit dan selalu membutuhkan sejumlah memory dan sumber daya CPU. User Datagram Protocol sangat rendah overhead-nya, cepat dan tidak reliabel. UDP didefinisikan di RFC 768. UDP lebih mudah digunakan daripada menggunakan protokol yang lebih kompleks seperti TCP. Suatu vendor dapat membuat IP yang sederhana dan memasukkan UDP ke dalam jaringan mereka seperti repeater dan modem. Jumlah total software transport yang diperlukan kecil dan mudah dipaketkan ke dalam read-only memory (ROM).

Gambar 4.18 Interaksi antara network manager dan agent

a. Komponen Dasar SNMP

Sebuah jaringan yang dapat dimanage menggunakan SNMP pada dasarnya memiliki tiga komponen sebagai berikut.

Managed Device

Sebuah managed device adalah sebuah node di jaringan yang berisi agen SNMP yang berada di jaringan yang dapat dimanage. Managed device akan mengumpulkan dan menyimpan informasi manajemen dan membuat informasi tersedia bagi NMS menggunakan SNMP. Managed device kadangkala disebut elemen jaringan dan dapat berupa router dan akses server, switch dan bridge, hub, dan host komputer/printer.

Agent

Agent adalah sebuah modul software network manajemen yang berada di dalam managed device. Agent ini mengetahui tentang informasi manajemen dan dalam menerjemahkan informasi yang kompatibel dengan SNMP.

Baik. Berikut tulisan ulang PERSIS sesuai gambar halaman 112–113, tanpa mengubah kata, ejaan, huruf besar–kecil, tanda baca, maupun urutan teks apa pun.

#ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN Kelas XII

112

Network-management System (NMS)

Aplikasi NMS menjalankan aplikasi yang dapat memonitor dan mengontrol managed device. NMS memberikan resource memory dan prosesor yang dibutuhkan untuk manajemen network. Satu atau lebih NMS harus ada dalam sebuah jaringan yang dimanage.

b. Versi SNMP

Beberapa versi SNMP dijabarkan sebagai berikut.

SNMP versi 1 (SNMPv1)

SNMP versi 1 adalah implementasi awal dari protokol SNMP. SNMPv1 beroperasi di atas protokol lain seperti User Datagram Protocol (UDP), Internet Protocol (IP), OSI Connectionless Network Service (CLNS), AppleTalk Datagram-Delivery Protocol (DDP), dan Novell Internet Packet Exchange (IPX). SNMPv1 banyak digunakan dan menjadi de-facto protokol untuk manajemen jaringan di komunitas internet. Beberapa RFC pertama untuk SNMP, yang sekarang dikenal sebagai Simple Network Management Protocol versi 1, muncul di tahun 1988.

SNMP Versi 2

Versi 2 tidak diadopsi secara luas karena ketidaksepakatan mengenai kerangka keamanan di dalam standard. Simple Network Management Protocol versi 2 (RFC 1441–RFC 1452), yang juga dikenal sebagai SNMP v2 atau SNMP v2p, merevisi versi 1 dan memasukkan beberapa perbaikan masalah performa, keamanan, kerahasiaan, dan komunikasi antarmanager. SNMP v2 memperkenalkan GETBULK, sebuah alternatif dari iterasi GETNEXT untuk data manajemen dalam jumlah besar melalui satu perintah saja. Akan tetapi, kebanyakan melihatnya terlalu rumit sehingga tidak secara luas diadopsi.

SNMP versi 3

IETF mengakui Simple Network Management Protocol versi 3 seperti didefinisikan oleh RFC 3411–RFC 3418 (juga dikenal sebagai STD0062) sebagai standard SNMP sejak 2004. IETF menganggap versi sebelumnya sebagai “obsolete” atau “historical”. Di sisi praktis, implementasi SNMP biasanya memberikan dukungan bagi banyak versi terutama pada SNMPv2c, dan SNMPv3. Ada baiknya membaca RFC 3584 “Coexistence between Version 1, Version 2, and Version 3 of the”

#ADMINISTRASI SISTEM JARINGAN Kelas XII

113

Internet-standard Network Management Framework”. SNMPv3 memberikan tiga servis yang penting, yaitu autentikasi, privasi, dan access control.

c. Elemen SNMP

Elemen-elemen dari SNMP dijabarkan sebagai berikut.

Manajer

Tugas-tugas SNMP sebagai berikut.

a) Bertugas meminta informasi ke agent.

b) Merupakan software yang berjalan disebuah host di jaringan.

c) Manajer ini terdiri atas satu proses atau lebih yang berkomunikasi dengan agent-agentnya dan dalam jaringan.

d) Manajer akan mengumpulkan informasi dari agent tidak meminta semua informasi yang dimiliki oleh agent, tetapi hanya meminta informasi tertentu saja yang akan digunakan untuk mengamati unjuk kerja jaringan.

e) Manajer biasanya menggunakan komputer yang memiliki tampilan grafis dan berwarna sehingga selain dapat menjalankan fungsinya sebagai Manajer, juga untuk melihat grafik unjuk kerja dari suatu elemen jaringan yang dihasilkan oleh proses monitoring.

Agent

Tugas-tugas Agent sebagai berikut.

a) Agent merupakan perangkat lunak yang dijalankan disetiap elemen jaringan yang dikelola.

b) Setiap agent memiliki basis data variabel yang bersifat lokal yang menerangkan keadaan dan berkas aktivitasnya dan pengaruhnya terhadap operasi.

MIB (Management Information Base)

Tugas-tugasnya sebagai berikut.

a) Management Information Base merupakan struktur basis data variabel dari elemen jaringan yang dikelola.

b) Struktur ini bersifat hierarki dan memiliki aturan sedemikian rupa sehingga informasi setiap variabel dapat dikelola atau ditetapkan dengan mudah.

c) Pada kelompok interface terdapat variabel objek MIB yang mendefinisikan karakteristik interface sebagai berikut.

Comments